Image Loader

Housing Estate 2012

Masjid Raya Cibubur Country ini termasuk fasilitas baru di perumahan Cibubur Country, Jl. Letda Nasir, Cikeas-Nagrak, Jawa Barat, milik Agung Sedayu Group (ASG). Pembangunan dimulai sejak awal 2011 dan diselesaikan medio 2012. Proses serah terima pengelolaan dari developer kepada warga baru dilakukan akhir Juli. Lokasinya kini berada di ujung klaster The Ranch berdampingan dengan aliran sungai yang melintasi perumahan. Nantinya jika lahan tahap tiga sudah dibuka, lokasi masjid akan tepat berada di tengah-tengah perumahan. Saat ini pembangunan perumahan baru sampai tahap dua dengan jumlah penghuni mencapai 1200KK.
 
Desain masjid bertolak dari ide perpaduan garis sejajar pada lokasi lahan dengan garis arah kiblat yang menghasilkan suatu massa berbentuk jajaran genjang. Bentuk ini dihadirkan sebagai respon terhadap lokasi dan pengguna serta fungsi bangunan yang bersifat publik. " Suatu bentuk massa yang tidak biasa dihadirkan untuk sebuah masjid, tapi menjadi sebuah tantangan untuk membentuk konfigurasi denah yang menarik " , kata Haerul Anwar, Project Architect dari PT US&P Architects, konsultan yang ditunjuk ASG untuk merancang masjid. Tim arsitek masjid terdiri dari Her Pramtama, Timmy Anggara, Imron Yusuf, Dede Sukendar dan Thatia Edra.
 
Bangunan masjid dibagi 4 area yang membentuk komposisi denah nyaman. Pertama, area taman depan mihrab yang dirancang untuk membatasi pandangan jamaah agar khusuyuk dalam shalat. Area kedua adalah ruang salat utama yang berada di tengah bangunan seluas 12 x 12 m. Ruang terbatas kaca transparan ini mampung menampung 200 jamaah. Disisi samping dan belakang ruang salat terdapat area teras berupa selasar semi terbuka. Berdekatan dengan teras belakang ditempatkan area wudu dan ruang gudang.
 
Luas Tanah : 5500m2
Luas Bangunan : 430m2

Majalah Griya Asri 2013

Masjid yang merupakan rumah Allah SWT yang paling mulia menjadi tempat untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan membesarkan nama-Nya. Menurut riwayat hadis Abu Daud dan Tirmidzi, Rasulullah SAW juga menyuruh kita membangun masjid di daerah dan kemudian masjid itu dipelihara kebersihan dan keharumannya. Namun, untuk membangun masjid tentulah terdapat beberapa hal yang diperhatikan seperti kebutuhan ruang ibadah yang baik di ruang publik karena jangan sampai kehadiran masjid menjadi tidak berfungsi secara maksimal. Atau jangan sampai rumah Allah SWT dibangun secara tabzir (berlebih-lebihan) karena akan mendatangkan kemubaziran. Tentu saja aspek estetika atau aspek keindahan juga menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan selama masih dalam batas yang wajar tanpa berlebihan.\
 
Masjid Baiturrahman di kawasan Rumah Sakit Sari Asih Ciputat dibangun atas dasar kebutuhan tempat ibadah di lingkungan rumah sakit. Bukan hanya untuk pasien dan keluarga pasien atau petugas rumah sakit, tetapi masjid ini juga ditujukan untuk masyarakat lingkungan sekitar rumah sakit. Dengan lokasinya yang strategis yaitu berada di persimpangan jalur one way Ciputat maka akan banyak masyarakat yang dapat beribadah di masjid ini. Pada awalnya Masjid Baiturrahman sudah sempat dibangun sampai pada tahap fondasi dan konstruksi, kemudian pembangunannya ditidaklanjuti oleh pihak US&P Architects sampai pada tahap akhir.
Pada dasarnya tim arsitek mengedepankan konsep masjid modern yang simpel tanpa menghadirkan bentuk kubah. Meskipun dengan konstruksi yang sudah terencana, arsitek ingin membuat sebuah masjid yang ikonik tanpa banyak mengubah kondisi struktural awal. Hal itulah yang menjadi perhatian khusus saat menyelesaikan pembangunan masjid ini. Bangunan masjid berbentuk kubus ini terdiri dari dua tingkat. Dengan lahan yang berkontur, pembagian tingkatnya pembagian tingkatnya dapat mengurangi kehadiran tangga sehingga tingkat satu mendapatkan akses langsung. Pada ruangan tingkat bawah, ruangan difungsikan sebagai area berwudu dan sebagai ruang serbaguna yang dapat dimanfaatkan juga sebagai area perluasan sakat dan menjadi ruang seminar para dokter dan pasien di Rumah Sakit Sari Asih. Adapun tingkat atas merupakan ruang utama salat dan kamar pengelola serta ruang perpustakaan.
 
Bentuk dasar masjid yang berbentuk kubus diolah lagi agar dapat menunjukkan bangunan yang berbeda dan ikonik. Konsep, gubahan massa bangunannya dibentuk dari inspirasi gerakan sujud saat salat. Bagian kotak putih yang terbagi kedalam empat bagian bertuliskan bismillah pada kanan atas, alhamdulillah pada kanan bawah, lailahaillallah pada kiri atas dan muhammadarrasulullah pada kiri bawah dengan karakter tulisan Arab Kufi seolah-olah menjadi kepalanya dan tembok tambahan yang berbentuk miring dengan tulisan bismillahirrahmanirrahim menjadi bagian badannya. Untuk memberikan identitas bangunan ibadah maka arsitek tetap menghadirkan beberapa ciri khas bangunan Islami diantaranya bentuk lengkung pada fasad bangunan. Bentuk lengkung yang dihadirkan pada fasad bangunan ini menjadi gerbang depan yang menyambut para jemaah. Selain itu, juga dihadirkan minaret yang berada di depan bangunan sebagai penegas bangunan kubus ini yaitu bangunan masjid. Balutan detail motif dan tulisan Arab Kufi pada bidang lengkung dan minaret memberikan tampilan yang indah.
 
Untuk konsep interiornya, US&P Architects menyelaraskan konsep modern terhadap bangunan arsitekturalnya. Tampilan yang clean  dan simpel tanpa banyak detail dekorasi membuat ruangannya terasa lebih bersahaja sebagai tempat beribadah. Tampilan estetisnya muncul pada aplikasi materialnya seperti penerapan slab marmer dengan serat cokelat yang indahpada dinding depan dan kayu solid pada pintu masuknya. Beberapa detail dekorasi yang hanya muncul pada beberapa titik interior pun turut menambah keindahan pada ruang dalamnya tanpa menghilangkan kesan clean yang ingin ditampilkan seprti detail motif pada ceiling treatment dan pada ukiran motif pada pintu masuk masjid. adapun fungsi lain dari desain ceiling treatment  adalah untuk menyembunyikan sistem penghawaan (kipas angin) agar terlihat rapi dan tidak berantakan. Secara keseluruhan, semua unsur yang ada pada Masjid Baiturrahman ini menjadi selaras dan tampak terlihat indah meskipun dalam tampilannya sederhana. Sebuah bangunan masjid yang merupakan tempat bertemu antara manusia dan sang pencipta-Nya sudah sepantasnya dibangun dengan tetap mengindahkan faktor estetis meskipun bukan dengan kemewahan. Hal ini sesuai dengan hadis yang mengatakan, "Barang siapa yang membangun untuk Allah SWT sebuah masjid (musala) walaupun sebesar kandang unggas (rumah gubuk) maka Allah SWT akan membangun baginya rumah di surga." (HR. Asysyihaab dan Al Bazzar).

Majalah IDEA 2012

Sepintas pandang, kita sudah bisa melihat keunikan desain rumah ini. Pagarnya dari beton ringan aerasi, bersanding dengan pintu baja transparan. Mendongak lebih ke atas, terlihat bangunan lantai 2 dengan olahan bata ekspos yang dikombinasikan plester-aci. Bangunan ditutup atap pelana yang bentuknya aga nyeleneh. Pada fasad juga terlihat banyak lubang ventilasi.
 
Tak sekedar lubang mengalirkan udara, ventilasi-ventilasi itu punya bentuk yang unik : segi empat asimetris. Jika diperhatikan lebih jauh, pola sejenis banyak di aplikasikan pada hunian ini.
 
Imron yusuf sang arsitek, menemukan pola tersebut secara tak sengaja. Awalnya, menurut imron, ia mendesain bangunan utama berupa 2 massa kotak yang membujur mengikuti aksis. Untuk mewadahi fungsi-fungsi penunjang, ia rangkaikan 1 massa kotak tambahan di sisi timur. Bangunanya sendiri diletakan agak rapat ke sisi barat. Ini agar sisi timur dapat di maksimalkan untuk bukaan, penghawaan, dan area taman.
 
Bangunan itu di tutup atap berbentuk pelana. “Supaya atap bisa menutupi massa kotak tambahan yang menempel pada massa utama, sisi timur atap di extend dengan cara di stretch (ditarik). Ternyata stretching itu menghasilkan bentuk atap yang unik. Dari situ akhirnya bentuk kotak yang di stretch kami jadikan tema pola di rumah ini,” jelas arsitek dari US&P Architects.

Luas bangunan    : 250m²
Luas tanah    : 300m²

50 Indonesian Architects + Emergings

US&P Architects merupakan sebuah biro arsitek yang berdomisili di Jakarta dan didirikan pada tahun 2001 oleh Her Pramtama. Pada tahun 2003, Timmy Anggara bergabung menjadi partner architect. Beberapa karya penting US&P Architects antara lain “Novanto Center” di Kupang, NTT (2009), “Masjid Blie Bird” di Kelapa Gading, Jakarta Utara (2009), serta beberapa rumah tinggal yang salah satunya terpilih untuk ditampilkan dalam “Pameran Nasional Arsitek Muda 2010” di Jakarta yang diselenggarakan oleh Jong Arsitek.

Sejumlah karya US&P Architects telah ditampilkan dalam Majalah Home of De Dietrich Singapore (2007), Majalah ELLE Indonesia 2008 dan 2009, serta menjadi salah satu karya arsitektur yang dimuat dalam buku Rumah Tinggal (Karya Arsitek Indonesia) pada tahun 2008. US&P juga mengikutsertakan karyanya yang berjudul “Rumah Pengayoman” dalam “Pameran Nasional Arsitek Muda 2010” di Jakarta.

Her Pramtama, Lahir di Jakarta tahun 1978, adalah sarjana arsitektur lulusan Universitas Trisakti tahun 2001 serta magister arsitektur Universitas Trisakti tahun 2009. Di tahun 2001 ia  menjadi arsitek PT. Indra Karya, kemudian melanjutkan karir sebagai site engineer untuk PT. Parama Dharma hingga tahun 2002. Setelah itu ia mendirikan US&P Architects pada tahun 2002 dan menjabat sebagai principal architect hingga akhir ini. Her Pramtama aktif pula dalam organisasi profesi arsitektur. Saat ini menjabat sebagai ketua IAI Jakarta (IAI Jakarta Chapter).

Timmy Anggara, lahir di Ujung Pandang tahun 1978 dan lulus dari Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti tahun 2003. Memulai karirnya sebagai architect dan creative designer di Zaenudin Kartadiwiria & Associate pada tahun 2003, sebelum akhirnya bergabung dengan US&P Architects.

Majalah Home Living 2010

Majalah Home Living 2010

Kolaborasi antara desainer interior dari A2J Design dengan arsitek Her Pramtama dalam mewujudkan rumah idaman Setya dan Deisti Novanto di kawasan selatan Jakarta, memang menggambarkan karkater dan lifestyle mereka. Karakter pemilik rumah yang ramah, terbuka dan tidak formal, tercermin dalam arsitektur hunian yang modern dan transparan dengan layout yang open dan kasual.
Saat merencanakan rumah di kawasan di Jakarta selatan yang menjadi kediamannya kini , Deisti menginginkan desain rumah yang terbuka, tapi antar ruangnya menyatu. “Kita bisa merasakan keberadaan satu sama lain meski sedang berada di lantai yang berbeda,” jelasnya.

Keinginan ini diterjemahkan arsitek Her Pramtama dalam arsitektur bangunan yang modern dan serba terbuka. Keterbukaan diwujudkan dalam tatanan layout ruang-ruangnya yang terkoneksi satu sama lain, yang memungkinkan interaksi  antar ruang tetap terjalin. Keterbukaan juga diwujudkan dalam pemilihan material berupa kaca untuk selubung bangunan - sebuah batas transparan yang justru menyatukan ruang luar dan dalam bangunan.

Kebutuhan Deisti dan keluarganya , diakomodasi dengan menyediakan hunian 4 lantai yang luasnya ± 1600 m². dari 4 lantai yang ada, 3 lantainya ditempati ruang-ruang publik, semi public, dan semi privat. Hanya 1 lantai saja yang berada dilevel 3 yang difungsikan sebagai area privat yang diisi kamar-kamar tidur sebagai tempat beristirahat.

Indonesia Tatler Homes Magazine 2013

Halfway through the completion of this residential property, the architecture firm US&P Architects was asked to perform the daunting task of transforming what could’ve been a family’s home into a multi-function house where the owners could entertain guests.
 
Principal Architect Pramtama decided to change the interior but not the structure of the building. “We worked with the owner in conceptualising the interior design. The homeowners wanted a home that is more masculine since their main home, which had been built earlier and is located just a couple of blocks away, has a more feminine touch to it. Located in Tebet Mas Indah VII, the construction of this multi-function home started in 2012 and was finished in April 2013. The architecture firm used space planning well to make the house look bigger than its actual size. The high ceiling expanded the space vertically and a vertical garden was used in lieu of traditional gardens. Since most stairs take up a lot of space, US&P made use of hanging stairs and constructed a shoe holder and powder room underneath them to optimise space. In addition to the smart use of space, principal architect Pramtama took into consideration the way the family interacts in designing the house. He shares, “Sometimes, the kids’ room is placed too far from their parents’ and this might create distance. By creating good design, you can contribute to strong family relationships.” For this residential project, Pratama’s favourite is the entrance canopy, which accentuates the doorway and main entrance, while giving it a stylish and modern look.
 
US&P Architects also built and designed the first home for their repeat customer, Caroline Cindyawati Insani. Cindy, who is a former model, is now the owner of Global Art Tebet and Creative Star. The creative school franchised from Malaysia teaches kids drawing, painting, personality development, and robot building. Of mixed Sundanese, Dutch, German and Javanese descent, the school owner is a charming and gracious host with a sense of humour. Blessed with two boys, Bashia and Tsaqif, ages 14 and 10, she is busy juggling her roles as a wife, mother and businesswoman. Cindy and her husband, an entrepreneur and a former junior golf champion, are planning to get into property business, as well as build an Azali Islamic Centre, which will incorporate a Muslim learning centre, a gym for women, and a shariah business. The centre is their way of giving back to the community and sharing their bountiful blessings to others.
 
Cindy is hands-on when it comes to the interior design of her two homes, their main residence and the multi-function house, as she considers reading design magazines one of her hobbies. Evident in her two homes are her preference for neutral colours, and her love for paintings and Baccarat chandeliers. She applied logical principles of feng shui in the design of the house, including the main entrance, which has to be the biggest door, its position, and the measurement of the stairs. Even non-believers of feng shui will agree that her home radiates a welcoming ambiance that will make guests want to stay longer.

50 Indonesian Houses + Villas

50 Indonesian Houses + Villas
Pengayoman House

Hakikat pengayoman adalah mewadahi. Inilah yang didambakan pemilik yang membutuhkan tempat tinggal dan sekaligus pusat interaksi social. Wujud ruang sebagai wadah interaksi social dicapai melalui tata ruang dalam yang fleksibel. Ruang keluarga dan ruang makan yang dibuat tanpa pembatas misalnya, dapat sewaktu-waktu memenuhi kebutuhan ruang dengan kapasitas lebih besar. Perluasan lain dapat dilakukan pada bukaan-bukaan yang menghadap kearah inner court.

Keberadaan inner court memungkinkan setiap ruang dapat bersentuhan langsung dengan ruang luar. Sebuah gazebo hadir sebagai pengganti fungsi ruang tamu. Gazebo ini menjadi tempat berkumpul dan berkegiatan masyarakat sekitar. Dialog antar ruang dalam dan ruang luar merupakan interpretasi interaksi social dengan menjangkau masyarakat sekitar yang ingin diwadahi oleh rumah ini.
Architects    : US&P Architects
Design        : 2009
Construction    : 2009-2010
Floor area    : 250 m²
Site area    : 600 m²
Location    : Kebon jeruk, West Jakarta

Majalah Laras 2012

Tempat tinggal merupakan sebuah ekspresi personal bagi pemiliknya. Berbagai tambahan detail dan perencanaan arsitektur akan dilakukan untuk memperoleh rancang bangun maksimal dan terasa nyaman bagi penghuni, seperti pada hunian ini.
Urban Style. Berawal dari rumah satu lantai seluas 105m2 yang direnovasi menjadi bangunan satu setengah lantai seluas 200m2, hunian karya arsitek Her Pramtama dan Imron Yusuf tersebut mengusung gaya urban dengan inspirasi rumah kampung yang diberi sentuhan aksen lebih modern sehingga membuatnya tampak atraktif dan tidak kaku.
 
"Pendekatan gaya yang dipilih berhasil menciptakan suasana hunian yang nyaman, sementara tampilan rumah terlihat sederhana dan berbaur dengan alam sekitar"
 
Dilihat dari tampak depan, hunian sudah terlihat ramah dan hangat. Keserdehanaan nuansa putih dan kombinasi corak kayu pada pintu menjadi lebih menarik dengan bidang dinding dari susunan roster berwarna tanah. Area publik yang terbuka menjadikan hunian lebih luas serta memberikan pemandangan ke seluruh area rumah yang mengapresiasi faktor koneksi visual dan keamanan.
 
Konsep dasar dari renovasi adalah membuat area publik lebih terbuka dan tidak tersekat-sekat agar terasa lebih luas serta memberi pemandangan ke seluruh area rumah yang mengapresiasi faktor koneksi visual dan keamanan. Rancangan arsitektur terbuka juga memudahkan sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari ke dalam hingga tercipta dramatisasi suasana. Jendela dari ruang keluarga dan ruang makan dibuka semaksimal mungkin ke arah taman dan menggabungkan secara visual area taman dengan ruang dalam. Skylight juga dihadirlan untuk memperindah bagian luar, sementara bagian bawahnya diisi dengan batu-batu dan nuansa hijau yang bersebelahan dan ditata secara rapi, membuat bagian samping terasa memiliki daya tarik yang harmonis.

Indonesia Tatler Homes Magazine 2013

The floor-to-ceiling glass windows in this residence in Tebet Timur Dalam are not only aesthetically pleasing, but energy efficient too. Awash with sunlight, the living room features a stylishly sombre palette of grey and white; enlivened with bright reds that creates a funky, yet welcoming vibe. Architecture firm PT. US&P Architects further optimised natural light through the building’s orientation. The house is facing the east with the main rooms, such as the dining room, living room and bedroom located on the eastern side to catch the morning sun.
 
Glass doors can be folded and opened wide, uniting the inner rooms and the pool terrace, creating a light and airy open-plan, and enabling the owner to make outside entertaining.
 
The home features contemporary architecture, likened to a mass of boxes put together and wrapped in travertine marble, glass, and wood. Covering 500 square metres, one bedroom is on the ground floor, while three are on the second floor. Master bedrooms are strategically located at the back area of the house for optimum privacy. With amenities that include a working desk, couches, bathroom and walk-in closet, and access to the gym and pool, the bedroom can be likened to a penthouse of a five-star hotel. Meanwhile, a mini home theatre lets the family watch theatre-quality movies in the privacy of their own home.
 
In designing the property, the designers and architects took into consideration the lifestyle of the stylish and modern young couple, who is blessed with one child. The couple wanted a clean, bright, easy-tomaintain, spacious-looking home that is homey. They achieved this in the living room, which is elegant, yet cosy, and the dining room, which is formal, yet warm. The light-suffused living room—thanks to a bank of skylights—features a muted palette of white and grey enriched with statement pieces in red, which is the favourite colour of the owner. This approach proves that neutral rooms come alive with just the right pops of colour. Monochrome palette continues in the bedroom, creating a calming scheme. The bedroom is adjacent to the pool, separated only by glass windows providing a panoramic view and creating something akin to inner and outer spaces within.

Majalah SmartDesign 2013

Ada beberapa kendala dalam mendesain musala diantaranya bisingnya jalan besar di depan musala oleh lalu-lalang kendaraan yang menganggu ketenangan beribadah. Selain itu, posisi jalan tersebut sama dengan arah kiblat dalam musala sehingga  menyulitkan pengaturan akses masuk ke dalam musala. Untuk mengatasinya, arsitek menarik mundur posisi bangunan ke batas Garis Sepadan Bangunan (GSB) yaitu 10 m dari tepi jalan sehingga tercipta halaman muka yang luas dan dapat dimanfaatkan untuk area terbuka hijau. Bangunan musala sendiri hanya menempati luas 164 m2. Dengan bentuk kaveling yang memanjang ke belakang dan berada di sudut jalan, maka arsitek menempatkan area parkir dibagian samping musala agar memudahkan keluar masuknya orang yang datang dengan kendaraan.
 
Kendala berikutnya dalam mendesain musala adalah keterbatasan biaya, baik dalam proses renovasinya maupun dalam pemeliharaan bangunan sehari-hari. Karena itu desain musala ini harus diupayakan bisa hemat listrik dan mudah dibersihkan. Namun, di lain pihak dapat menarik perhatian orang untuk datang serta beribadah dengan tenang. Sebagai solusi pertama, arsitek membangun ramp di area eksterior musala, mulai dari pagar depan sampai dekat area kiblat. Ramp ini sengaja didesain melengkung dan dihiasi dengan pepohonan sehingga menjadi aksen menarik untuk menikmati sekaligus melindungi area kiblat dari lalu-lalang orang. Selanjutnya, musala dibuat terdiri dari dua massa bangunan utama untuk tempat wudu serta gudang yang dihubungkan oleh kanopi beton.
 
Agar tidak kontras dengan rumah tinggal sekitarnya, musala dirancang dengan gaya tropis yang dicirikan berupa bukaan luas untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami dan memaksimalkan sirkulasi udara segar dengan atap berbentuk limasan. Finishing dinding berupa acian semen kasar halus yang dikombinasikan dengan cat warna abu-abu muda. Sesuai dengan biaya yang terbatas, tidak ada ornamen dekoratif nan berlebihan. Hanya terdapat motif kotak-kotak di bagian pintu. Seluruh solusi desain ini berhasil menciptakan suasana yang mendukung khusyuknya beribadah.